Berapa Usia Tepat Untuk Anak Belajar Mengenal Huruf dan Angka?

Kursus MembacaPendidikan tergolong salah satu keperluan sekaligus hak yang mesti diserahkan negara guna warganya. Pemerintah pun telah semenjak lama menjalankan program mesti belajar sekitar 12 tahun.

Namun, ketika ini anak-anak di Indonesia sudah tidak sedikit yang mengekor pendidikan prasekolah atau yang biasa dikenal sebagai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

PAUD pun telah ditata dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional, yang isinya ialah pendidikan akan dibuka sejak umur dini.

Dalam Undang-undang tersebut, (khususnya bab I, pasal 1, butir 14) mengaku pendidikan anak umur dini adalahupaya pembinaan untuk anak semenjak lahir hingga dengan umur enam tahun.

Hal itu dilaksanakan melalui pemberian rangsangan edukasi untuk menolong pertumbuhan dan pertumbuhan jasmani dan rohani anak supaya mempunyai kesiapan dalam menginjak pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan anak-anak di jenjang PAUD ini tidak saja sekadar melatih keterampilan sosial, tapi pun diselipkan pembelajaran akademik seperti menyimak dan menulis.

 

Tapi berapakah umur yang tepat untuk anak-anak guna dapat mengenal huruf dan angka?

Orang tua dapat saja memperkenalkan angka dan huruf untuk anak-anak, asalkan mesti diserahkan saat masa-masa yang tepat. Berikut umur anak yang tepat guna mempelajari angka dan huruf seperti dikutip dari laman IDAI.

1. Usia 2-4 tahun

Anak-anak yang mengekor PAUD ialah mereka yang berusia 2 hingga 4 tahun. Dalam umur prasekolah itu, anak-anak masih mengembangkan keterampilan bicara dan bahasanya. Sebab, pertumbuhan bahasa akan sehubungan dengan perkembangan keterampilan membaca di lantas hari.

Pada umur ini, orang tua ditekankan supaya sesering barangkali membacakan kisah di depan anak supaya menumbuhkan mohon baca guna memperluas kosakata. Kosakata tersebut akan menciptakan anak mengenal huruf.

Pada umur ini, anak mulai mempelajari kemampuan motorik halus dasar guna belajar mencatat (pre-writing skills). Dalam urusan ini, anak belajar unik garis, menggambar lingkaran, dan menghubungkan titik-titik. Mewarnai pun menunjang perkembangan kemampuan ini.

2. Usia 4-5 tahun: Dasar baca-tulis

Pada umur 4 hingga 5 tahun anak mulai menginjak masa taman kanak-kanak. Masa berikut menjadi masa yang baik untuk mengenalkan anak pada dasar-dasar baca-tulis (pre-reading skills): pengenalan huruf dan angka, memperhatikan sajak berima, mencocokkan ucapan-ucapan dengan bunyi mula atau akhir yang sama (misalnya kitab dan bulan, tarik dan naik).

Bila anak telah dapat melafalkan suku kata (b-a, ba), tidak lama lantas ia bakal dapat membaca ucapan-ucapan sederhana (ibu, sapi, babi). Pada umur ini, baik pun untuk mengenalkan anak pada bagian-bagian buku: sampul depan, judul, pengarang, sampul belakang.

Anak barangkali mulai tertarik guna menulis sejumlah huruf dan angka. Ia kian nyaman memakai alat tulis. Bagi menunjang kemampuan ini, anak dapat diserahkan permainan menggali jalan atau menghubungkan titik-titik untuk menyusun huruf dan angka.

3. Usia 6-7 tahun: Belajar menyimak dan menulis

Bekal yang dibawa ketika taman kanak-kanak akan menolong mereka di masa kesatu di bangku sekolah dasar. Sebab, anak-anak bakal diajarkan tidak sedikit membaca ketika tahun kesatu di SD.

Saat tersebut anak mulai mengenal kata tanpa melafalkan dan memahami makna mayoritas kata dan kalimat yang dibacanya.

Pada pertengahan tahun kesatu, ia dapat menyimak sendiri buku-buku sederhana. Pada umur ini, sediakan bahan bacaan yang bervariasi guna anak, seperti kitab atau majalah. Manfaatkan perpustakaan sekolah semaksimal mungkin.

Pada umur ini anak telah mahir memegang pensil atau pena. Pada akhir masa ini, anak telah mahir menulis, dengan artikel yang bisa dibaca.

4. Usia 7-8 tahun: Belajar menyimak tingkat lanjut

Pada tahun kedua di bangku SD, anak bakal dikasi lebih tidak sedikit lagi materi menyimak tanpa menghafalkan bahkan mengurutkan huruf lagi. Dengan membaca, anak memperluas kosakata dan pengetahuannya mengenai dunia di sekitarnya.

Pada masa ini, anak telah dapat menyimak keras-keras dengan ekspresi dan telah mempunyai preferensi kitab atau kisah yang disenanginya. Bila menyimak cerita, anak telah dapat mengidentifikasi tokoh, setting, dan peristiwa-peristiwa di dalamnya. Pada akhir masa ini, seringkali anak telah dapat menyimak sendiri dengan fasih tanpa petunjuk apa pun.

5. Usia 8 tahun ke atas

Pada umur 8 tahun, anak telah mahir mempergunakan kemampuan membacanya guna belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah. Pada umur remaja, anak sudah memahami sepenuhnya apa yang dibacanya. Jenis bacaannya juga bervariasi, mulai dari rekaan hingga nonfiksi.

Mengenalkan Angka pada Anak

Berbeda dengan jenjang umur anak dalam mengenal huruf sampai dapat menyimak dengan sempurna, memperkenalkan anak dengan angka pun mempunyai kualifikasi jenjang umur emas tersendiri yaitu:

1. Usia prasekolah (2-3 tahun)

Pada umur prasekolah ketika PAUD, orang tua dapat mengenalkan angka mulai dari 1 hingga 9 untuk anak. Caranya dapat dilakukan dengan mengenalkan gambar sekaligus menyuruh anak guna menyebutkannya.

Namun, dalam sejumlah kasus, ada sejumlah anak yang telah mulai dapat mencatat angka, urusan tersebut bergantung pada keterampilan motorik halusnya.

Apabila motoriknya baik, maka anak pun sudah bisa menghitung benda, terutama andai jumlah benda tidak lebih dari lima.

Anak umur prasekolah bisa diajarkan guna mengenali dan meneruskan pola atau deret sederhana. Contoh: jeruk – pisang – jeruk – pisang.

Setelah sejumlah lama, anak bisa mengenali dan meneruskan deret yang lebih kompleks. Contoh: apel – jeruk – pisang – apel – jeruk – pisang jeruk – jeruk – pisang – jeruk – jeruk – pisang.

Di samping itu, anak umur prasekolah pun dapat mulai belajar mengelompokkan benda menjadi dua atau tiga kumpulan menurut warna, bentuk, ukuran, atau sifat beda yang bisa dikenalinya. Contohnya, anak dapat disuruh mengelompokkan balok menjadi dua kelompok, merah dan biru.

2. Usia taman kanak-kanak (4-5 tahun)

Pada umur ini, anak telah dapat mengenali angka 1 sampai 20. Anak pun sudah mengetahui konsep jumlah yang diperlihatkan oleh setiap angka dan bisa menghitung benda dengan benar bilamana jumlah benda masih di angka 20 atau tidak cukup dari itu.

Di umur ini pula, sejumlah anak telah mulai bisa menghitung loncat baik (1, 3, 5, 7 atau 10, 20, 30, 40).

Anak umur taman kanak-kanak bisa mengenali dan meneruskan deret yang kian kompleks (misal: merah – merah – biru – kuning – merah – merah – biru – kuning). Mereka pun sudah dapat membuat deret sendiri dan meneruskannya.

Di samping itu, anak pun dapat mengelompokkan benda menjadi tiga kumpulan atau lebih menurut sifatnya, contohnya: balok merah besar, balok merah kecil, balok biru besar, balok biru kecil.

3. Usia sekolah dasar (6-10 tahun)

Di samping diajarkan tidak sedikit membaca guna memperkaya kosakata pada tahun kesatu masa SD, mereka pun akan diperkenalkan dengan enumerasi dan pengurangan dengan satu digit.

Tahun kedua, anak mulai dapat mengerjakan penjumlahan dan pengurangan dengan dua digit atau lebih, dan pada tahun ketiga dan keempat ialah saatnya anak mulai mempelajari perkalian dan pembagian.

Pada umur sebelas tahun ke atas barulah anak dapat memahami sepenuhnya tentang pecahan, desimal, persentase, dan geometri.

 

Leave a Comment